Adapunpembekuan air di dalam batuan. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang. Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. * Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi, hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi. 2 Bukit-bukit kecil dalam jumlah yang banyak yang merupakan sisi-sisi erosi akibat pelarutan kimia pada batu gamping, sehingga terbentuk bukit-bukit (conical hills). 3. Sungai-sungai tidak mengalami perkembangan permukaan. Sungai pada daerah karst umumnya terputus-putus, hilang kedalam tanah dan begitu saja muncul dari dalam tanah. 4. Pengikisanoleh angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah yang beriklim kering. Jika angin dan pasir mengikis batu batuan yang dilaluinya maka akan membentuk batu cendawan di gunung pasir. Contohnya, Tanah Loss di cina Utara (Gurun Gobi) yang memiliki tebal 600 m. B. Bentang Alam Akibat Proses Pengendapan (sedimentasi) Pelapukanini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO 2 (zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CaCO 2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi, hal ini karena di Indonesia banyak turun Gejalakarst banyak terjadi pada daerah batuan . Jawaban Kapur Karst adalah bentang alam di wilayah kapur yang terbentuk akibat adanya tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang paling berperan penting dalam terbentuknya wilayah kapur ini adalah air. Air menyebabkan terjadinya pelapukan secara kimiawi karena bereaksi dengan zat kapur. Related Posts:Pengertian Tenaga Eksogen, Macam-macam, dan Berikutini adalah beberapa jenis pelapukan yaitu: 1. Pelapukan Mekanik. Rusaknya batuan karena faktor panas dan dingin. Proses panas dan dingin setiap hari menyebabkan batuan retak dan pecah-pecah. Selain itu, air yang mengalir, angin yang bertiup dan ombak yang menghantam karang juga berakibat pada pecahnya batu-batuan menjadi klastika JurnalTeknika Sains Volume 06, Nomor 02, 2021 Penerapan Metode Inversi Dalam Pendugaan Nilai Resistivitas Application of the Inversion Method in Estimating the Resistivity Value Octavia Melani1*, Trias Annisa Fara1, Lola Anjelika1, Diah Ega Safitri1, Rahmat Catur Wibowo1, Ahmad Zaenudin1 1 Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung Email: octaviamelani02@ Playthis game to review Geography. Dua unsur yang paling dominan dalam proses pelapukan fisik dan kimia tanah di wilayah iklim tropic adalah terjawabGejala karst banyak terjadi pada daerah batuan A . Lempeng B. Kapur C. Beku D. Pasir E. Kimia 1 Lihat jawaban Iklan fia9581 Jawaban: jawabannya B. kapur smga membantuâ˜ș Iklan Pertanyaan baru di Geografi bantu dong kaks jangan ngasal yaa Sebutkan 10 kabupaten atau kota berserta garis bujur dan gari lintang di provinsi kepulauan riau DanauToba menurut terbentuknya termasuk danau . a. Tektonik b. Vulkanik c. Tektovulkanik d. Alami e. Karst Jawaban: c Related Posts:Danau Kalimutu dan Danau Kelud menurut terbentuknya termasukDanau Poso, Danau Singkarak, dan Danau Maninjau, menurutJelaskan proses terjadinya danau tektonik!Gejala karst banyak terjadi pada daerah batuan .Dolina merupakan gejala karst yang terjadi GffWyC. Karst adalah kawasan batu gamping. Penamaan karst berasal dari kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Ciri-ciri utama dari karst yaitu lahan yang kurang subur untuk pertanian, rentan terjadi erosi dan tanah longsor, dan rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah. Selain itu, karst memiliki gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.[1] Karst merupakan sebuah bentuk permukaan bumi yang pada umumnya mengalami depresi tertutup airtight depression, drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Etimologi [sunting sunting sumber] Istilah kars diadaptasi dari bahasa Belanda, karst yang dikenal di Indonesia diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia, lewat istilah geologi internasional yang dipakai dalam bahasa Belanda. Istilah aslinya adalah krst/krast yang merupakan nama suatu kawasan di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italian republic timur laut, dekat wilayah pariwisata Trieste. Proses pembentukan [sunting sunting sumber] Daerah kars terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batupasir dan kuarsa, dan di basalt dan granit di mana ada bagian yang kondisinya cenderung terbentuk gua favourable. Daerah ini disebut kars asli. Daerah kars dapat juga terbentuk oleh proses cuaca, kegiatan hidraulik, pergerakan tektonik, air dari pencairan salju dan pengosongan batu cair lava. Karena proses dominan dari kasus tersebut adalah bukan pelarutan, kita dapat memilih untuk penyebutan bentuk lahan yang cocok adalah pseudokarst kars palsu. Ekosistem [sunting sunting sumber] Ekosistem kars memiliki keunikan, baik secara fisik, maupun dalam aspek keanekaragaman hayati. Karakteristik [sunting sunting sumber] Ciri-ciri daerah kars antara lain Daerahnya berupa cekungan-cekungan. Terdapat bukit-bukit kecil. Sungai-sungai yang tampak di permukaan hilang dan terputus ke dalam tanah. Adanya sungai-sungai di bawah permukaan tanah Adanya endapan sedimen lempung berwarna merah hasil dari pelapukan batu gamping. Permukaan yang terbuka tampak kasar, berlubang-lubang dan runcing. Penyedia air [sunting sunting sumber] Di kawasan kars banyak dijumpai gua dan sungai bawah tanah yang juga menjadi pemasok ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di dalamnya ketersediaan air tawar dan bersih bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian maupun untuk pertanian dan perkebunan. Daerah kars di Republic of indonesia [sunting sunting sumber] Kawasan kars di Indonesia mencakup luas sekitar fifteen,4 juta hektare dan tersebar hampir di seluruh Indonesia. Perkiraan umur dimulai sejak 470 juta tahun lalu sampai yang terbaru sekitar tahun. Keberadaan kawasan ini menunjukkan bahwa pulau-pulau Indonesia banyak yang pernah menjadi dasar laut, namun kemudian terangkat dan mengalami pengerasan. Wilayah kars biasanya berbukit-bukit dengan banyak gua. Berikut adalah wilayah kars di Indonesia[2] Gunung Leuser Aceh Perbukitan Bohorok Sumut Payakumbuh Sumbar Bukit Barisan, mencakup Baturaja Kabupaten Ogan Kombering Ulu Sukabumi selatan Jabar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen Jawa Tengah Pegunungan Kapur Utara, mencakup daerah Kudus, Pati, Grobogan, Blora dan Rembang Jawa Tengah Pegunungan Kendeng, Jawa Timur Pegunungan Sewu, yang membentang dari Kabupaten Bantul di barat hingga Kabupaten Tulungagung di timur. Sistem perbukitan Blambangan, Jawa Timur Perbukitan di bagian barat Pulau Flores, tempat lokasi banyak gua, salah satu di antaranya adalah Liang Bua Nusa Temggara Timur, NTT Perbukitan karst Sumba NTT Pegunungan karst Timor Barat NTT Pegunungan Schwaner Kalbar Kawasan Pegunungan Sangkulirang – Tanjung Mangkaliat seluas hektare, memiliki gua-gua dengan lukisan dinding manusia purba Kalimantan Timur Perbukitan Maros Pangkajene, terletak di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, seluas hektare dan beberapa di antara gua-gua yang ada memiliki lukisan purba Kawasan karst Wowolesea, memiliki sistem air asin hangat Sulawesi Tenggara Pulau Muna Kepulauan Tukangbesi Pulau Seram Maluku Pulau Halmahera Maluku Utara Kawasan karst Fakfak Papua Barat Pulau-pulau Biak dan Pegunungan Tengah dan Pegunungan Lorentz Papua Kawasan Batu Hapu, Tapin, Kalimantan Selatan Kawasan Karts di Kabupaten Kutai Timur mulai dari Marangkayu, Bengalon, Sangkulirang dan Maloy Kalimantan Timur Sisa-sisa permukiman manusia purba ditemukan di Leang Cadang, Leang Lea, dan goa-goa lainnya di Maros, Goa Sampung dan Goa Lawa di Ponorogo, Goa Marjan dan Goa Song di Jember, Vocal Gentong Tulungagung, Song Brubuh, Song Terus, dan Goa Tabuhan di Pacitan. Lukisan atau cap dinding ditemukan di kawasan Borneo Timur, Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kepulauan Kai, Seram, Timor, serta Papua. Ini menunjukkan indikasi migrasi manusia ke arah timur. Selain itu ditemukan pula berbagai sisa berbagai jenis vertebrata berusia i,7 juta tahun hingga tahun. Karena nilai ekologi, ekonomi, dan kesejarahannya, kawasan Pegunungan Sewu, Pegunungan Maros, dan Pegunungan Lorentz telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi Kawasan Warisan Dunia. Kerusakan kawasan [sunting sunting sumber] Aktivitas penggalian batu kapur Penambangan oleh industri semen Referensi [sunting sunting sumber] ^ Susilawati dan Bachtiar, North. 2018. Biologi Dasar Terintegrasi PDF. Pekanbaru Kreasi Edukasi. hlm. 177. ISBN 978-602-6879-99-8. ^ Referensi Pranala luar [sunting sunting sumber] Indonesia Penjelasan beserta animasi tentang karst Diarsipkan 2009-04-15 di Wayback Machine. Republic of indonesia Membaca Masa Lalu Melalui Geowisata Goa Diarsipkan 2014-08-22 di Wayback Auto. Indonesia Karst Maros, Terbesar dan Terindah kedua di dunia Diarsipkan 2012-06-06 di Wayback Automobile. Penyebutan istilah karst pada hakikatnya berasal dari bahasa germany yang memiliki arti lahan yang gersang serta dipenuhi bebatuan. Disisi lainnya yang perlu diketahui bahwa karst tersebar luas di seluruh wilayah dan perwilayahan Indonesia. Misalnya saja yang ada di Gunungsewu, Jawa Tengah. Prihal karakteristiknya, bentuk karst ini mempunyai keunikan berupa lahan-lahan kondisi hidrologi dari batuan yang mudah larut serta memiliki porositas sekunder yang berkembang secara baik. Meski demikian dalam dataran karst tidak ditemukan drainase, penyerapan air, serta sungai di permukaannya, namun yang pasti di dalam dataran karst terdapat goa dengan sistem drainase atau penyerapan air bawah tanah. Karst dianggap sebagai element yang mengandung batu gamping dengan karakteristik bercampur oleh karbon dioksida di dalam arti air sehingga mengakibatkan pelarutan yang tidak tersentuh oleh lapisan tanah. Karst sendiri tidak juga dapat ditanami tumbuhan, alasannya karena karst didominasi oleh bebatuan. Oleh karena itulah, sirkulkasi drainase pada daerah karst didorong oleh air dan didukung oleh temperatur dan tekanan yang rendah sehingga mengakibatkan proses pelarutan yang berjalan sempurna. Pengertian Karst Karst adalah hasil pelarutan kondisi perairan dimana dalam hal tersebut menjadi dampak dari bebatuan yang mudah larut dan perkembangan porositas yang mampu berkembang baik dengan memiliki cekungan yang tidak terbuka lantaran berupa lembah kering yang biasanya berbentuk besar dan kecil. Pengertian Karst Menurut Para Ahli Adapun definisi karst menurut para ahli, antara lain; ESDM 2012, Karst adalah bagian daripada bentang alam yang terbentuk karena adanya sistem pelarutan air dalam bentuk batugamping maupun dolomit. Ford dan Williams 1992, Definisi karst adalah bagian medan dengan kekhasan kondisi hidrologi sebagai akibat dari tersebentuknya batuan yang mudah larut lantaran memiliki porositas sekunder yang berkembang baik Jennings 1971, Makna karst adalah kawasan yang ada dalam lingkungan serta mempunyai karakteristik relief dan drainase yang khas, yang timbul akibat tingginya keterlarutan batuan di dalam air Ciri Karst Ciri Karst Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh karst, antara lain; Cekungan Cekungan atau depresi adalah suatu bentuk lahan yang diakibatkan dari pergerakan lempeng bumi yang berasal dari daerah patahan atau daerah lipatan. Di daerah cekungan terdapat banyak sekalian batuan yang mengandung unsur senyawa pembentukan karst. Maka tidak heran jika pada dataran karst mengandung ciri-ciri terdapat cekungan yang bentuknya beragam. Cekungan pada dataran karst digenangi air yang menjadi satu–satunya pusat penyerapan air pada dataran karst. Kedalaman cekungan pada dataran karst bervariasi tergantung frekuensi unsur pembentuk dataran karst. Terdapat perbukitan Bagian yang tererosi pada batuan karst terdapat pada bukit–bukit di sekitar dataran karst. Jumlah bukit terdapat beberapa kelompok yang membuat penyebutan bukit tersebut menjadi perbukitan. Erosi yang terjadi pada bukit sekitar karst membawa pelarutan efek unsur senyawa pada batu gamping. Yang kemudian batu gamping itu bergerak vertikal ke atas lalu menjadi dataran karst. Aliran sungai tidak lancar Pada dataran karst, perkembangan sungai yang ada di permukaan tidak mengalir dengan lancar. Hal ini diakibatkan karena pada dataran karst mengalami sirkulasi drainase air yang buruk. Aliran sungai pada dataran karst menjadi putus-putus. Bahkan di beberapa dataran karst terjadi peristiwa hilangnya aliran sungai dan tiba–tiba muncul ke permukaan pada saat musim penghujan tiba. Terdapat goa kapur Goa kapur adalah goa yang terdapat pada batuan karst yang terjadi karena pada dasar dataran karst mengalami sirkulasi air yang buruk. Pembentukan dataran karst memerlukan penyerapan air walaupun tingkat penyerapannya sedikit. Goa kapur dilalui sungai kecil yang membawa air untuk membantu proses pembentukan karst. Terdapat terrarosa Terarosa adalah endapan lumpur batuan sedimen yang berwarna kemerahan. Terrarosa terjadi karena batuan beku mengalami pengendapan residual karena pengendapan batu gaming yang setelah bersedimentasi batuan akan berubah warna menjadi merah. Perubahan warna inilah yang disebut terrarosa. Teksturnya bermacam-macam Dataran karst tidak ada yang berbentuk halus. Dengan kata lain, tekstur yang terdapat di dataran karst mengalami tekstur yang kasar. Kenampakan tekstur tersebut apabila disentuh maka akan timbul efek pecah – pecah. Lapisan karst yang pecah-pecah tersebut akan menjadi runcing dengan sendirinya. Terdapat stalaktit dan stalakmit Stalaktit dan stalakmit adalah batuan yang bentuknya ke bawah. Stalaktit dan stalakmit terdapat pada goa-goa di dasar dataran karst. Stalaktit dan stalakmit terbentuk dari tetesan air yang masuk ke dalam doline batuan di dalam goa kemudian turun masuk ke dalam permukaan goa, yang kemudian tertetes terjun masuk ke permukaan goa yang akhirnya mengalami pengerasan berbentuk batuan. Proses Pembentukan Karst Untuk proses pembentukan karst, antara lain; Pembentukan dominasi landform Asal mula karst awalnya pembentukan ini pertamakali melalui proses pembentukan dominasi landform yang mengalami pelarutan. Landform tersebut sejatinya memiliki kandungan batu gamping yang memiliki banyak unsur karbon dioksida di dalam air lalu membentuk suatu senyawa asam karbonat. Asam karbonat terurai menjadi bikarbonat yang selanjutnya terurai menjadi kalsium karbonat yang merupakan unsur dari karst. Proses pelarutan asam karbonat Pembentukan karst di dukung oleh beberapa faktor. Faktor tersebut bersifat menentukan proses pembentukan karst. Kesempurnaan pembentukan karst tidak terlepas dari proses pelarutan asam karbonat yang menjadi unsur senyawa penting di dalamnya. Dataran karst memiliki batuan yang mudah larut. Ketebalan batuan yang tersedia juga kompak. Kompak disini mengandung arti bahwa hampir semua ketebalan tersebut sama besar. Karst merupakan batuan yang mudah rapuh dan retak. Pembentukan karst juga didukung oleh curah hujan yang rendah. Curah hujan yang menentukan pembentukan karst adalah tidak lebih dari 250 mm per tahun. Curah hujan yang rendah membuat minimnya daerah resapan air yang berdampak pada kesempurnaan proses pembentukan karst. Pembentukan karst Pada pembentukan karst batuan naik dari bawah keatas atau secara vertikal. Hal terjadi ini dikarenakan pada saat perkembangan sirkulasi air yang menjadi drainase pada pembentukan dataran karst. Temperatur suhu dan tekanan udara yang menghambat laju pembentukan karst biasanya terjadi di musim penghujan. Karena musim penghujan banyak membawa presipitasi air yang menghambat laju pembentukan karst. Kandungan kalsium karbonat yang tinggi pada batuan pendukung karst membawa efek pelarutan. Semakin kuat senyawa kalsium karbonat pada batuan maka semakin tinggi pula perkembangan bentuk lahan karst. Penentuan kekompakan unsur pembentukan morfologi karst juga mengakibatkan pelarutan. Jika tekstur batuan mengalami pelunakan maka yang terjadi adalah proses erosi dan pergerakan batuan tidak berkembang dengan baik. Dengan kata lain mengganggu perkembangan batuan untuk bergerak. Tingkat ketebalan batuan karst membentuk vertical ke atas dengan mengikuti sirkulasi air yang tersedia. Lapisan yang mengandung air secara berlebih menjadi faktor tingginya pertumbuhan vertikal batuan ke atas. Jenis Karst Klasifikasi jenis karst adalah sebagai berikut; Perkembangan Karst dengan perkembangan mengikuti prosedur pembentukan karst yang baik perkembangannya akan condong tumbuh vertikal ke atas. Sebaliknya, jika pada dataran pembentukan karst kekurangan unsur pembentuk karst yang baik seperti asam karbonat yang kurang, maka karst akan cenderung tumbuh ke samping. Pertumbuhan karst ke samping kanan maupun ke samping kiri membawa dampak buruk pada dataran sekitarnya. Hal ini diakibatkan karena dataran karst bersifat membawa penyerapan air yang buruk. Maka yang terjadi adalah vegetasi sekitaran dataran karst akan mati karena kekurangan daya penyerapan air. Morfologi Karst terjadi pada morfologi dataran yang dipenuhi batuan. Batuan tersebut membawa efek unsur senyawa kalsium karbonat yang merupakan kandungan tertinggi pembentukan karst. Morfologi batuan yang kurang padat membuat klasifikasi karst jenis ini tidak dapat berkembang dengan baik dan akhirnya akan berbentuk jarang–jarang. Iklim Iklim merupakan faktor pendorong klasifikasi pembentukan karst. Iklim yang terjadi di dataran sekitaran karst memerlukan tekanan dan suhu yang tinggi. Curah hujan juga berpengaruh pada dataran sekitaran karst. Curah hujan yang dibutuhkan adalah tidak lebih dari 250 mm per tahun. Contoh Karst Adapun untuk contoh adaya batuan karst. Misalnya saja; Indonesia Di Indonesia, terdapat batuan karbonat yang merupakan bahan dasar pembentukan karst secara alami yang luasnya mencapai 15 hektar. Persebaran batuan ini terdapat mulai dari Sabang sampai Merauke. Beberapa contoh kawasan karst juga sudah mendapatkan kembangan dari pemerintah yang disebut Geopark yang terdapat di Gunungsewu Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kesimpulan Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa karst biasanya terjadi di bebatuan air karbonat. Selain terapat di bebatuan air karbonat, karst juga terdapat di bebatuan lain yang memiliki tingkat pelarutan yang tinggi. Syarat bebatuan memiliki tingkat pelarutan yang tinggi adalah mempunyai sesar intensif yang bersifat porositas sekunder. Contoh sesar intensif yang memiliki sifat porositas sekunder adalah batuan gypsum dan batuan saltstone. Hal ini dikarenakan batuan karbonat tersebar luas dalam kandungan karst yang tersedia di penjuru dunia. Pembentukan karst tidak terlepas dari batuan karbonat yang menjadi unsur sebuah karst. Disisi lainnya, seperti jenis dataran yang lainnya, karst juga memiliki beberapa jenis klasifikasi yang berbeda. Perbedaan jenis karst itu sendiri dipengaruhi faktor pendorong yang menyebabkan laju pertumbuhan karst. Demikianlah serangkaian penjelasan dan pengulasan secara lengkap mengenai pengertian karst menurut para ahli, ciri, proses pembentukan, jenis, dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. ï»żDaerah karst adalah salah satu daerah di permukaan bumi yang disusun oleh batuan berpori. Foto karst adalah sejumlah gejala yang timbul akibat pembentukan daerah karst. Karst sendiri merupakan wilayah yang disusun oleh batuan yang berpori yang menyebabkan air merembes ke permukaan karst umumnya timbul akibat adanya proses pelapukan secara kimiawi hingga memunculkan berbagai bagian-bagian tertentu pada daerah mengetahui apa saja gejala karst, simak penjelasan mengenai daerah karst di bawah dan Ciri-Ciri KarstDikutip dari buku Geologi Pertambangan yang disusun oleh Adree Octavia, karst adalah sebuah daerah bentukan yang terdapat di permukaan bumi yang biasanya memiliki karakteristik dengan adanya depresi tertutup closed depression, drainase permukaan, dan gua. Daerah karst biasanya terbentuk akibat adanya pelarutan batuan-batuan tertentu yang mudah larut dan mempunyai porositas sekunder yang berkembang baik. Umumnya, daerah ini memiliki banyak batu karst biasanya memiliki beberapa karakteristik, yakni di antaranyaMemiliki cekungan tertutup dan/atau lembah kering dalam berbagai ukuran dan ditemukan drainase atau saluran air pada permukaan tanah ataupun gua yang terbentuk dari sistem drainase bawah satu ciri atau karakteristik dari daerah karst adalah memiliki gua yang terbentuk dari sistem drainase bawah tanah. Foto KarstGejala karst adalah gejala yang timbul akibat adanya pelapukan kimiawi. Proses pelapukan tersebut terjadi akibat suhu tinggi dan adanya batuan air yang mengandung asam arang yang dapat melarutkan zat kapur pada pegunungan kapur CaCO2.Menurut Dra. Sri Wiyanti, dkk dalam buku yang berjudul Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, akibat adanya pelapukan kimiawi tersebut membuat beberapa gejala karst timbul di suatu kawasan karst yang muncul tersebut adalah berupa dolina, sungai dan gua di bawah tanah, dan pasangan kerucut stalaktit dan adalah istilah yang digunakan untuk lubang-lubang pada kawasan karst yang memiliki bentuk kerucut terbalik. Dolina adalah lubang yang terlihat seperti terbentuk akibat adanya proses pelarutan air pada daerah morfologi di kawasan karst adalah jenis gua yang terbentuk akibat adanya proses pelarutan berbagai macam jenis batuan. Pelarutan tersebut diakibatkan oleh air hujan dan air dari adanya proses pelarutan tersebut membuat terbentuknya beberapa lorong-lorong dan bentukan batuan yang sangat karst adalah sungai yang terbentuk akibat adanya celah atau rekahan dari batuan-batuan di kawasan karst. Akibatnya, air hujan dapat masuk melalui celah tersebut yang kemudian mengakibatkan munculnya gua dan akhirnya membentuk sungai bawah Stalaktit dan StalakmitSalah satu gejala karst adalah munculnya stalaktit dan stalakmit. Foto dan stalakmit adalah jenis batuan yang mengandung mineral yang terdapat di dalam gua karst. Kedua jenis batuan ini terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium karbonat CaCO3 yang tetes air tersebut kemudan akan mengendap dan membentuk kerucut. Kerucut yang menggantung di langit-langit gua disebut stalaktit, sedangkan kerucut yang menggantuk di lantai gua adalah stalakmit.