Andatentu tahu apa artinya syarat fundamental. Syarat fundamental hendaknya kita pahami sebagai suatu ketentuan dasar atau sebagai suatu kondisi mutlak (conditio sine qua non) yang harus ada dan harus dipenuhi agar apa yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.Demikian juga halnya dengan keutamaan atau kebajikan yang mau ditumbuh-kembangkan Nahini dia manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang plegmatis ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai, dan tidak suka bertengkar. Dia juga pemalu dan cenderung tidak ingin menonjol di keramaian. Karenaitu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Sikapsaling tolong menolong terhadap sesama adalah perbuatan yang mulia. Sebagai manusia hidup tidak selamanya manis kadang kita juga harus merasakan yang namanya pahitnua kehidupan. Sehingga apabila kita melihat ada saudara kita yang membutuhkan pertolongan maka bantulah karena esok atau lusa kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita. Sekarangini damai masih ditawarkan kepada kita, tapi bukan damai yang dijanjikan oleh dunia ini. Damai yang ditawarkan pada kita adalah damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus. Yoh 14:27. 27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Tetapijika keadaan tak kunjung membaik, Tuhan masih bisa memberikan kita damai sejahteraNya ditengah-tengah masalah yang kita hadapi. Yesus berkata "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." 14 Kalaumemang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya 2. Apakah yang dinamakan takdir 3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? Denganbegitu terciptalah kehidupan yang damai dan sejahtera. Apabila manusia sudah memiliki moral yang baik maka manusia akan mampu menciptakan hukum yang bermoral, yang bisa mewujudkan ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan. perampokan dan lain sebagainya tidak akan terjadi. Dan apabila persoalan-persoalan tersebut tidak terjadi di Karenamanusia kadang bisa melejitkan potensi terbaik dirinya ketika keadaan menekan hebat dirinya, bukan ketika keadaan baik-baik semua. Malah ketika keadaan semuanya baik-baik saja, manusia berada di dalam zona yang nyaman, zona di mana manusia berhenti untuk bertumbuh, tidak mau melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan diri terbaik mereka. Sesuatuyang tidak mungkin terjadi untuk mengadakan KKR di lapangan terbuka, sekarang bisa terjadi karena kita berusaha hidup damai dengan semua orang. Apakah Saudara ingin memiliki damai sejahtera yang melimpah-limpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti? Alam semesta yang sangat kompleks dan serasi, terutama manusia yang riNq. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Istilah "peace" atau "damai sejahtera" sebenarnya dikenal oleh setiap bahasa dari bangsa manapun didalam dunia ini. Baik itu "Shalom aleikhem" dalam bahasa Ibrani, Assalamu 'alaikum dalam bahasa Arab, "Rahayu" dalam bahasa Jawa, "Santi" bagi orang Bali, "Sancay" bagi orang Budha. Hal ini membuktikan bahwa secara sosiologis-anthropologis setiap manusia dari bangsa manapun merindukan terjadi di dalam dirinya suatu kondisi yang disebut di mengenai "kedamaian" di dalam setiap bangsa maupun di dalam setiap ajaran agama adalah berbeda-beda dan bervariasi. Namun minimal memiliki satu kesamaan jika itu berhubungan diri sendiri dan keadaan lingkungannya. Persamaan itu adalah rasa damai itu dihubungkan dengan sifat ketenangan, tidak ada gangguan yang membuat hati menjadi gusar, takut, bagaimana Firman Tuhan sendiri memandang makna "kedamaian" tersebut? Suasana Shalom sebenarnya dimulai pada saat penciptaan alam semesta dan isinya. Dalam Kitab Kejadian 131 Allah berkata "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Di dalam ayat ini dikatakan bahwa Allah melihat segala yang dijadikan itu amat baik/ hinne tob. Di mata Allah keadaan ciptaan-Nya itu bukan sekedar "baik/tob" namun "sangat baik/hinne tob", dengan penekanan khusus untuk menunjukkan bahwa karyanya itu baik bukan dalam makna yang biasa-biasa, namun dalam pengertian yang luar biasa. Di dalam arti bahwa kata Ibrani tob bermakna suatu kondisi yang termasuk pada suasana shalom. Karena "baik" di sini bermakna suatu kondisi yang tenang, makmur, kelimpahan segala sesuatu yang baik, selamat. Pandangan Alkitab ini sekaligus menolak pandangan filsafat-filsafat yang ada bahwa alam beserta isinya bahkan termasuk manusia adalah suatu keadaan yang kotor, yang tidak sempurna ketika diciptakan. Namun keadaan manusia yang ditempatkan Allah pada situasi yang sangat baik itu tidak berlangsung lama. Ketika manusia mulai tertipu oleh kelicikan si ular Iblis maka situasi "tob" yang merupakan bagian dari keadaan shalom itu mulai buktinya? Buktinya adalah semenjak manusia jatuh dalam dosa, kehidupan manusia tidak lagi memiliki damai sejahtera. Manusia dilanda ketakutan dan kekuatiran yang luar biasa. Hal itu tampak jelas dengan sikap dan respons Adam dan Hawa tidak lama setelah berdosa. Misalnya*Mereka ketakutan dan lari bersembunyi.*Kekuatiran karena sudah telanjang dan berusaha mencari solusi dengan menyemat daun pohon ara. Manusia yang diciptakan pertama tanpa mengenal rasa takut kecuali kepada Allah telah mulai mengalami rasa takut yang tidak sehat. Ya... ini adalah ketakutan yang tidak normal dalam pandangan Allah. Ketakutan yang diakibatkan oleh dosa. "Ia menjawab "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut/arey", karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."Alkitab mencatat rasa takut yang dimiliki oleh manusia untuk yang pertama kalinya pada ayat ini. Manusia itu menjadi takut/arey akibat dosa yang diperbuat. Ketakutan ini menunjukkan tidak adanya peace/shalom di dalam diri manusia akibat dosa. Berarti dosa merupakan salah satu penghambat shalom itu menjadi realitas hidup dalam diri kejatuhan manusia ke dalam dosa, sumber shalom yang dimiliki manusia itu berasal dari hubungan mereka dengan Allah. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa hubungan manusia dan Allah terbukti sangat Allah sering mendatangi taman Eden untuk berakrab ria dengan manusia ciptaanNya. Dalam Kejadian 38 di sana ditulis bahwa Allah mendatangi manusia ketika manusia itu jatuh ke dalam dosa. Secara tidak langsung dalam ayat ini kita mengetahui bahwa sebelumnya Allah sering berkunjung ke kejatuhan manusia kedalam dosa maka hubungan Allah dan manusia yang sebelumnya damai itu telah rusak. Dosa telah menjadi penghalang "shalom" itu menjadi nyata dalam hidup manusia yang sangat dikasihinya. Sehingga menurut pandangan Alkitab bagaimana manusia itu mengalami shalom dalam hidupnya maka manusia harus kembali kepada sifat asal yang mula-mula. Sumber damai itu adalah Allah sendiri, karena Alkitab berkata bahwa Ia adalah The Lord of Peace 2Tes 316.Damai sejahtera dalam bahasa Ibrani adalah shalom, atau eirene di dalam bahasa Yunani. Kedua istilah ini memiliki makna yang sangat luas sekali. Makna shalom atau eirene adalah Keharmonisan dengan Allah dan sesama, ketenangan, kemakmuran, keamanan/rasa aman, keutuhan jiwa dan pikiran. Jika Allah itu adalah sumber shalom itu sendiri maka satu-satunya cara untuk mengalami shalom itu dengan menjalin hubungan yang baik dengan sang shalom itu sendiri. Itulah sebabnya Paulus menasihatkan, "Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu berilah dirimu didamaikan dengan Allah" 2Kor. 520b.Untuk memiliki shalom yang bersumber dari Allah, maka mau atau tidak mau manusia harus berdamai dengan Allah. Pendamaian itu diperoleh melalui persekutuan dengan Kristus. Percaya kepada karya penebusan-Nya dan hidup dalam hubungan dengan Dia. Yesus mengakui bahwa "damai" juga bisa diberikan oleh dunia yang berasal dari Setan."Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."Dunia ini juga bisa menawarkan apa yang disebut kedamaian. Namun sebagaimana yang Yesus katakan jika memang kita percaya pada perkataanNya bahwa damai yang diberikan dunia melalui segala konsep-konsepnya berbeda dengan damai yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Di dalam dunia ini ada banyak kelompok yang menawarkan kedamaian menurut cara mereka melalui Yoga, Trancedental Meditation, Reiki, dll. Semua ini "damai" yang ditawarkan dunia kepada tetapi Allah tidak menginginkan anaknya mencari damai sejahtera yang ditawarkan dunia. Kenapa Allah melarang anak-anak-Nya mencari damai sejahtera yang berasal dari dunia? Di samping dunia yang kelihatan ini, juga ada dunia yang tidak kasat mata. Di dunia yang tidak kasat mata dibagi lagi menjadi dua kawasan yang saling kontradiksi pada segi prinsip maupun kuasa. Kawasan yang pertama adalah Surga, kediaman Allah yang maha tinggi, kawasan yang kedua adalah tempat tinggal setan, roh-roh di udara. Dua kekuatan ini sama-sama bekerja pada alam yang tampak yang dihuni oleh manusia. Tidak ada wilayah abu-abu di dunia ini. Jika anda berada di kawasan Allah maka Anda tidak bisa sekaligus berada di kawasan Setan. "Tidak seorangpun dapat mengabdi kepada dua Tuan", demikian kata damai sejahtera yang diajarkan Allah ada di dalam Alkitab. Berarti apa yang disebut damai sejahtera namun tidak mengandung prinsip-prinsip yang terdapat di dalam Alkitab maka itu bukan damai sejahtera yang berasal dari Allah. Damai itu dari dunia, sedangkan dunia tanpa Allah berarti tempat bagi kehadiran Setan. Alasan berikutnya, mengapa Allah melarang sesorang untuk mencari damai sejahtera dunia adalah semua damai sejahtera yang diajarkan dunia bersumber dari kekuatan manusia sendiri yang menafikan karya Allah di dalamnya. Hal ini menyebabkan manusia rawan jatuh ke dalam penipuan-penipuan serta penyesatan yang dilancarkan oleh Setan sendiri. Allah tidak ingin manusia terus-menerus disesatkan oleh menginginkan anak-anak-Nya bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Bukan karena Allah ingin diakui, atau gila hormat. Semua demi kebaikan kita, karena Dia Pribadi yang mengasihi kita dan tidak pernah memiliki maksud jahat dalam kehidupan kita. Dia tidak pernah ingin menyesatkan kita ke dalam kebinasaan. Sedangkan Iblis adalah Pendusta bahkan Bapa segala dusta, kita tidak pernah tahu sejauh mana akal liciknya untuk menjatuhkan kita. Allah tidak ingin manusia jatuh kedalam kelicikan menikmati damai sejahtera Allah? Allah menginginkan umatNya terus menerus hidup dalam damai sejahtera setelah mereka hidup dalam perdamaian dengan Allah. Bahkan damai sejahtera seharusnya menjadi ciri kehidupan orang Memiliki persekutuan yang intim dengan Kolose 315, Paulus menegaskan kepada jemaat Kolose bahwa, "mereka dipanggil supaya menjadi satu tubuh. Menjadi satu tubuh sangat identik dengan sebuah persekutuan, dan persekutuan yang diawali dari persekutuan yang intim dengan memiliki persekutuan yang erat dengan Allah maka secara otomatis kita akan mengalami damai sejahtera Allah di dalam hidup kita. Persekutuan di sini bukan sekedar karna kewajiban dan kebiasaan. Juga bukan hanya cukup pada ibadah pada hari minggu. Namun setiap waktu, setiap saat memiliki hati yang terfokus kepada Allah. Konsekuensi persekutuan yang intim dengan Allah adalah terjalinnya persekutuan satu tubuh dengan sesama jemaat yang lain. Satu tubuh berarti turut merasakan penderitaan yang dialami oleh jemaat Tuhan yang lain. Satu tubuh berarti memiliki empati terhadap apa yang dialami oleh orang lain - saling mengasihi dan tolong Memiliki Pikiran KristusDalam Kolose 315, Paulus menekankan bahwa, "hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah di hatimu". Kata "memerintah" menggunakan kata "brabeuo". Kata ini hendak menekankan bahwa hidup kita harus berada di bawah otoritas Kristus. Atau dengan kata lain, dia yang berkuasa, dominan dan menguasai segala aspek hidup kita, termasuk pikiran kita. Ketika Dia telah memerintah dalam hati kita, maka otomatis pikiran kita pun akan menjadi sama dengan pikiran cukup hanya dengan beribadah, namun kita juga harus merubah pola pemikiran kita yang gampang terpengaruh dengan keadaan-keadaan jasmani. Pikiran yang mudah dipengaruhi dengan keadaan jasmani akan berdampak kepada perasaan. Perasaan yang dipengaruhi dengan keadaan jasmani yang negatif akan menimbulkan kekuatiran, ketakutan, rasa tidak tenang yang berlebih-lebihan. Pikiran Kristus adalah Firman Allah, menyelaraskan pikiran kita dengan firman Allah. Menempatkan Firman Allah lebih tinggi dari keadaan-keadaan jasmani yang terlihat. Dengan memfokuskan diri kepada Firman Allah maka shalom Kristus akan memerintah di dalam kehidupan Selalu mengucap syukurPaulus dalam kalimat terakhir Kolose 315 mengatakan, "Bersyukurlah". Dengan imperatif ini maka Paulus hendak menekankan bahwa setiap orang yang telah memiliki damai sejahtera Kristus pasti akan selalu bersyukur. Dan ucapan syukurnya tidak berkondisi. Akan tetapi mengucap syukur dalam segala hal, dalam segala keadaan, bahkan termasuk dalam menghadapi yang tidak bisa bersyukur adalah orang yang selalu bersungut-sungut atau mengeluh. Mengeluh adalah sebuah perbuatan yang sangat tidak disenangi oleh Allah. Karena mengeluh itu menunjukkan ketidakpuasan akan apa yang sudah Allah beri dalam hidup kita. Mengeluh akan membawa kehidupan kita semakin buruk. Kata-kata bisa membawa kepada kehidupan namun juga membawa kepada kematian. Suatu saat apa yang sering kita keluhkan tanpa kita berubah akan menjadi kenyataan dalam hidup itu kita harus mengubah keluhan menjadi kata-kata iman, kata-kata berkat, kata-kata kehidupan dalam hidup kita. Dengan selalu bersyukur maka kita akan memiliki shalom itu dalam kehidupan suatu hari di sebuah Kerajaan. Seorang raja membuat lomba yang membuat para pelukis tersohor dari negeri-negeri pun berdatangan. "Lomba melukis yang berjudul 'damai sejahtera' , aku beri waktu 3 hari. Yang terbaik akan aku beri hadiah" kata sang raja. Tiga hari kemudian.. cuma 3 pelukis yg berhasil menyelesaikan gambar mereka dan memberikan pada sang raja. Lukisan 1 ada sebuah danau biru yg bening dengan ikan-ikan yang banyak dan di tengah-tengah terdapat perahu kecil dan seorang yang sedang bersiul memancing dengan angin sepoi-sepoi dan langit biru yang cerah "Inilah damai sejahtera" kata pelukis pertama. Lukisan 2 ada sebuah gunung yang hijau, udara khas yang sejuk dengan sawah-sawah.. matahari yang cerah, pohon yang rindang.. dan 2 orang sedang duduk di bawah pohon sambil tertawa bahagia. "Inilah damai sejahtera" kata pelukis kedua. Lukisan 3 sebuah laut yang luas berwarna hitam karena sedang terjadi badai, di tengah-tengah ada angin topan, langit yg gelap dengan sambaran petir di mana-mana. Sebuah batu karang yang diterjang ombak. Langit hitam pekat bahkan terlihat abstrak karena warna yang dipakai hanya warna gelap.. tapi, terdapat 1 batu karang yg ada lubang, di dalamnya terdapat seekor burung pipit sedang bersiul riang. "Inilah damai sejahtera" kata pelukis ketiga. "Aku setuju dengan lukisan 3" kata Raja. Damai sejahtera bukanlah di mana kita sedang dalam keadaan atau posisi nyaman-nyaman saja tanpa masalah, itu namanya comfort sejahtera adalah seseorang yg tetap bisa tersenyum ketika badai masalah datang menerpanya dan itu hanya dimungkinkan apabila bersama-sama dengan Tuhan Yesus. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Pada Advent minggu kedua ini kita diingatkan kembali akan istilah “damai sejahtera”, sebuah istilah di dalam Alkitab yang penting serta memiliki makna yang luas dan dalam. Di dalam Perjanjian Lama, kata yang sering diterjemahkan menjadi “damai sejahtera” adalah kata šālôm. Kata šālôm pada dasarnya berarti “keutuhan” wholeness keutuhan yang nyata dan seseorang yang utuh. Dalam hal ini, šālôm mencakup keharmonisan sosial, pertumbuhan yang tidak terhambat, serta perwujudan yang penuh dari jiwa. Selain itu, kata šālôm juga berarti “kesejahteraan” well-being atau welfare. Dalam hal ini, ada penekanan akan hal-hal yang materi, seperti kesehatan tubuh, kemakmuran, dan kecukupan. Ketika šālôm dikaitkan dengan kebersamaan, kata tersebut kurang lebih berarti “damai sejahtera”. Di dalam beberapa bagian Alkitab, šālôm menyatakan hubungan yang bersahabat antar bangsa ataupun antar individu. Dengan demikian, kata šālôm dihubungkan dengan perjanjian. Sebuah perjanjian akan memprakarsai atau memeteraikan kerukunan atau persahabatan Yosua 915, Yehezkiel 3425. Di dalam Kitab Yehezkiel, Allahlah yang mengadakan perjanjian damai, sehingga istilah šālôm bisa terekspresikan dalam relasi antara Allah dengan umat-Nya lihat Yesaya 5410 Meskipun ada arti materi di dalam kata šālôm, tetapi kata šālôm selalu merupakan istilah keagamaan karena semua berkat dipandang datangnya dari Tuhan. Di dalam Hakim-Hakim 624 kata šālôm diterjemahkan sebagai “keselamatan”. Allah menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi Ayub 252, tetapi Allah juga menjanjikan damai bagi kita, memberkati umat-Nya dengan kedamaian, dan menghendaki kesejahteraan dari para hamba-hamba-Nya. Damai yang Allah berikan pastilah serba cukup. Dalam pesan-pesan nubuatan di Kitab para nabi, šālôm adalah istilah kunci yang menggambarkan nabi yang asli dibandingkan dengan mereka yang menjanjikan damai sejahtera yang palsu. Nabi Yehezkiel, contohnya, menghadapi nabi-nabi palsu yang seperti ini. Yehezkiel 1316. Nabi yang asli akan menubuatkan tentang šālôm Yeremia 289. Permasalahan tentang nabi palsu bukanlah karena tidak ada pesan yang sejati tentang damai sejahtera, namun bahwa mereka menafsirkan damai sejahtera sebagai sesuatu yang murni bersifat politis, mengabaikan dosa umat Allah, dan oleh karena itu gagal untuk melihat atau menyerukan penghakiman yang akan datang. Kekalahan Israel pada tahun 597 dan 586 membuka pintu bagi janji damai sejahtera yang sejati dari Allah di dalam pengertian yang lebih luas dan lebih penuh. Oleh karena itu Nabi Yeremia menyerukan bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera Yeremia 2911 dan Nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Allah akan mengadakan perjanjian damai Yehezkiel 3425. šālôm bukan hanya berarti tidak adanya perang atau konflik, namun juga damai sejahtera yang dikaitkan dengan hidup benar di hadapan Allah dengan menaati perintah-perintah-Nya Yesaya 4818 dan menjadi murid Tuhan Yesaya 5413. Janji akan šālôm di dalam pengertian yang lebih luas juga berkaitan dengan pengharapan eskatologis. Ketika pemulihan Firdaus dinubuatkan, perdamaian antar bangsa dijanjikan Yesaya 23-4, dan raja yang membawa damai akan datang Zakharia 99-10. Mesias yang dijanjikan akan menjadi Raja Damai Yesaya 95 dan akan menjaga serta menjamin damai sejahtera yang abadi Yesaya 96 – karena Dialah damai sejahtera itu sendiri Mikha 55. šālôm jarang sekali dimaksudkan sebagai sesuatu yang individualis. Shalom selalu menemukan perwujudan keluar secara sosial. Dalam Perjanjian Baru istilah eirḗnē Yunani dipakai untuk menerjemahkan istilah šālôm. Eirḗnē secara terutama menyatakan sebuah status, bukan sebuah relasi ataupun sikap. Kata eirḗnē pertama-tama digunakan dalam salam pembuka di dalam kisah Injil dan di dalam penulisan surat-surat serta salam penutup 1 Pet 514. Sejalan dengan Perjanjian Lama, kata eirḗnē pun digunakan ketika menyebutkan mengantar kepergian Markus 534, Kis. 1533. Namun arti yang sesungguhnya dalam Perjanjian Baru tentunya memiliki pengertian yang lebih dalam tentang keselamatan. Hal ini mencakup kerukunan antar manusia Kis. 726 dan juga damai dengan Allah. Eirḗnē dalam arti yang paling luas berarti suatu kondisi yang normal akan segala hal. Di dalam 1 Korintus 1433 Rasul Paulus menyatakan bahwa damai sejahtera adalah kondisi yang seharusnya terjadi, kontras dengan kebingungan yang diakibatkan oleh nubuatan yang kacau di Korintus. Damai sejahtera adalah sesuatu yang Allah kehendaki, bukan hanya bagi jiwa manusia, tetapi bagi seluruh ciptaan. Istilah eirḗnē juga berarti keselamatan eskatologis atas manusia seutuhnya. Pengertian ini didasarkan atas pengertian akan istilah šālôm di dalam Perjanjian Lama. Oleh karena itu, di dalam Lukas 179 eirḗnē adalah keselamatan eskatologis yang dinanti-nantikan. Di dalam Lukas 214 dinyatakan bahwa damai sejahtera adalah keselamatan yang sekarang telah datang ke dalam dunia. Damai sejahtera telah datang sebagai sebuah peristiwa sejarah di dalam pribadi Kristus Wahyu 1210. Kristus adalah raja damai sejahtera Ibrani 72, Injil adalah Injil damai sejahtera Efesus 615. Kristus meninggalkan damai sejahtera bagi murid-murid-Nya Yohanes 1427, yang akan menolong mereka menghadapi penderitaan akibat penganiayaan yang akan mereka alami Yohanes 1633. Ketika para murid pergi di dalam nama Kristus, mereka menawarkan damai sejahtera Lukas 105-6. Kita harus berusaha hidup damai dengan semua orang Ibrani 1214. Damai sejahtera akan memelihara hati dan pikiran kita Filipi 47 dan memerintah dalam hati kita Kolose 315, meski dalam relasi dengan sesama terkadang mungkin akan menghasilkan sesuatu yang bertentangan dengan damai Matius 1034-35. Makna lain bagi eirḗnē adalah damai sejahtera bagi jiwa. Roma 1513 menyatakan bahwa damai sejahtera bagi jiwa dimungkinkan hanya oleh karya keselamatan Allah yang memulihkan kita. Istilah eirḗnē dalam Perjanjian Baru juga berarti damai dengan Tuhan. Hukum Taurat telah memisahkan orang Yahudi dengan orang Yunani serta memisahkan Israel dengan Allah, dan Kristus sebagai damai sejahtera telah memulihkan kedua relasi tersebut, karena Dia telah meruntuhkan tembok permusuhan dengan memperdamaikan kita dengan Allah Efesus 214-18, Roma 51. Selain itu, istilah eirḗnē juga berarti damai antara satu dengan yang lain. Ketika Paulus dalam Roma 1417 berkata bahwa Kerajaan Allah adalah soal damai sejahtera, dia menyatakan bahwa peraturan Allah adalah peraturan yang tidak melibatkan kejahatan dan perselisihan, oleh karena itu Paulus mengundang kita untuk mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera ay. 19, baik dengan saudara seiman maupun dengan semua orang. Sebagai kesimpulan, hidup yang memiliki damai sejahtera yang sejati adalah sebuah hidup yang utuh yang hanya bisa didapatkan di dalam Kristus. Ketika kita menerima Kristus, kita menyadari bahwa kita hidup di dalam kesejahteraan. Hati kita dipenuhi dengan kecukupan karena kita menyadari bahwa Allah telah begitu memberkati kita. Jiwa kita tenang karena kita telah didamaikan dengan Allah serta memiliki relasi yang intim dengan-Nya di setiap waktu. Dalam hubungan kita dengan Allah, kita mengalami pertumbuhan rohani di dalam keserupaan dengan Kristus. Selain itu, kita bebas dari rasa bersalah dan hukuman karena kita hidup kudus dan benar sesuai Firman Allah. Jiwa kita juga tenang karena kita memiliki hubungan yang baik dengan anggota keluarga, saudara seiman, rekan sekerja atau rekan bisnis, komunitas dimana kita tinggal, bahkan dengan semua orang. Tidak ada konflik, perselisihan, atau dendam, namun sebaliknya, kita mengisi hidup dengan mengusahakan kesejahteraan bagi mereka. Kita juga memiliki pengharapan pasti akan keselamatan kita dan oleh karena itu kita tidak takut akan penghakiman yang akan datang. Kita siap menyambut kedatangan Yesus yang kedua kalinya.*[YS] “Bagaimanakah saya menafkahi keluarga kalau saya di-PHK?”“Apakah saya akan punya cukup uang untuk pensiun?”“Jalan-jalan berekreasi tidak lagi aman karena ancaman-ancaman terorisme.”“Saya tidak bisa membayangkan kalau saya kehilangan orang-orang yang saya sayangi karena penyakit kanker.”Anda tidak meminta banyak hal. Yang Anda inginkan adalah hidup berkecukupan dan menikmati kesederhanaan hidup – memelihara keluarga Anda dan menjaga mereka. Tetapi dalam kehidupan, hal-hal kecil pun dapat berubah menjadi tidak tahu apakah yang akan terjadi besok – tidak ada jaminan pekerjaan, penyakit-penyakit baru bermunculan setiap hari, dan tingkat kejahatan terus meninggi. Dengan banyaknya jenis-jenis bakteri baru, kita bahkan tidak merasa aman dengan makanan yang ada di meja kita berusaha melakukan segala hal untuk menenangkan diri Mengikuti petunjuk para ahli. Menjalankan pola makan sehat. Berinvestasi dengan bijak. Memelajari kemampuan baru kalau-kalau kita berganti pekerjaan. Betapa keras usaha kita untuk memperoleh damai sejahtera!Yang lebih melelahkan lagi, ketika kita akhirnya mencapai kemapanan materi atau jasmani ini dalam hidup kita, persoalan-persoalan lain bermunculan. Kita tidak dapat menghindari pergumulan batin dan pergaulan, dan hal-hal seperti ini jauh lebih sulit dikendalikan. Walaupun kita telah berusaha dan bermaksud baik, kita bertengkar dengan keluarga dan teman. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua atau anak kita. Kita mempertengkarkan hal-hal kecil dengan pasangan kita. Kita tidak tahan dengan atasan sulit mengendalikan arah tujuan hidup kita, karena kita melupakan bahwa ada seseorang yang luput dari gambaran yang tidak kita sadari. Selama ini, kita berusaha mengarahkan segala hal sesuai dengan keinginan kita, dan kalau itu terjadi, kita merasakan kesan damai yang sementara – kalau semuanya berjalan lancar. Tetapi begitu suatu kendala terjadi, rasa damai itu langsung buyar.“Mengapa saya tidak bisa merasa tenang?”“Mengapa saya tidak merasakan damai sejahtera?”“Apakah yang harus saya lakukan?”“Tidak adakah cara lain?”Ya, ada cara sejahtera yang sesungguhnya tidak dapat diperoleh dengan upaya pribadi atau keinginan keras semata. Tetapi hanya melalui Yesus Kristus. Ia berkata.“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yoh. 1427Ini adalah pernyataan berani yang menjanjikan damai sejahtera bagi siapa saja yang memintanya. Bagaimanakah itu dimungkinkan? Siapakah Yesus? Tahu apa Dia tentang masalah dan kesulitan kita?Yesus adalah anak seorang tukang kayu yang miskin, dan Ia adalah seorang guru yang berkelana. Namun, Yesus bukan sekadar manusia. Ia juga adalah Allah. Ia datang ke bumi dan mengajarkan kita cara untuk hidup dalam damai sejahtera. Yesus mengalahkan masalah-masalah dan kegelisahan-Nya, dan dengan perkataan dan perbuatan Ia membuktikan bahwa Ia berkuasa melakukan hal yang sama untuk perkataan-Nya dengan saksama – Ia tidak menjanjikan damai sejahtera seperti yang ditawarkan oleh dunia. Memperoleh kedamaian dengan usaha sendiri tidak mudah, karena kita berusaha mencarinya dari hal-hal duniawi, entah itu harta kekayaan, dari orang lain, atau dari kehendak diri sendiri. Dan Tuhan Yesus juga tidak mencoba menipu kita karena Ia mengetahui bahwa kita akan menghadapi masalah-masalah dalam hidup kita.“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yoh. 1633Ia juga memberitahukan kita bahwa Ia telah mengalahkan dunia dan hanya melalu Dia saja kita bisa mendapatkan jenis kedamaian yang berbeda – damai sejahtera yang dari Dia. Damai sejahtera-Nya adalah pengharapan bahwa kita mempunyai seseorang yang akan menolong kita melalui setiap macam masalah yang kita hadapi, bahkan sebelum kita melihatnya. Inilah yang memberikan keyakinan bagi kita untuk menjalani hidup ini, tanpa menguatirkan setiap masalah yang dapat muncul pada pandangan kita patut bersukacita, karena kita mengetahui bahwa Ia telah mengalahkan dunia. Ia telah melalui segala tantangan yang kita hadapi, dan Ia memahami apa saja yang kita lalui. Dalam masa-masa sulit, kita merasa tenang karena mengetahui bahwa Ia memahami dan bersimpati kepada kita. Bahkan ketika masalah mendera, kita terhibur karena itu semua adalah pelajaran yang ingin disampaikan Kristus kepada kita, karena Ia senantiasa bekerja demi kebaikan kita, apabila kita percaya kepada-Nya dan mencari segala jawaban dari mengasihi kita dan ingin memberikan hidup kekal, dan apabila Ia menginginkan sesuatu yang indah seperti hidup kekal bagi kita, betapa lebih lagi Ia akan memelihara kita dari kebutuhan hidup dan perkara dunia?Berapakah harga damai sejahtera? Gratis. Yang diperlukan adalah percaya. Biarlah damai sejahtera Kristus diam dalam hati Anda dan melepaskan segala kegelisahan Anda kepada-Nya – Ia dapat mengurusnya. Langkah tersulit mungkin adalah langkah pertama untuk sepenuhnya membuka diri Anda kepada Yesus Kristus. Tetapi begitu Anda mengambil langkah pertama itu, Anda akan melihat bahwa damai sejahtera-Nya sungguh dan mengenal Yesus sekarang!